![]() |
Ribuan rumah di Dayeuhkolot terendam banjir. Foto- |
BORNEOTREND.COM, JAKARTA - Kabupaten Bandung, Jawa Barat kembali dilanda banjir setelah hujan deras yang mengguyur sejak Selasa 25 Februari 2025 sore. Banjir terjadi akibat meluapnya aliran sungai Citarum dengan ketinggian air bervariasi dari mulai 30 hingga 150 sentimeter.
Salah satunya wilayah yang terdampak yakni di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Uka Suska Puji Utama mengatakan, sebanyak 3.028 rumah terdampak akibat banjir yang melanda Kecamatan Dayeuhkolot ada di dua Desa.
"Di Desa Citereup rumah terdampak 1.659, dan di Desa Dayeuhkolot rumah terdampak 1.369," ujarnya saat dikonfimasi, Rabu (26/2/2025).
Uka menjelaskan, tak hanya rumah, beberapa fasilitas pun ikut terdampak seperti sekolah dan tempat ibadah di Desa Citereup. Ketinggian air di Desa Citereup juga bervariasi mulai dari 30 hingga 50 sentimeter.
"Ada 5 Sekolah dan 17 Tempat Ibadah dan 3 fasilitas umum," katanya.
Uka menyebut saat ini di Desa Citereup puluhan warga sudah mengungsi akibat banjir yang melanda delapan kampung di desa tersebut.
"Ada sekitar 58 Kepala Keluarga (KK) atau 183 Jiwa sudah mengungsi," ungkapnya.
Sementara itu di Desa Dayeuhkolot, ada lima kampung yang terendam dengan total yang mengungsi sebanyak 18 Kepala Keluarga (KK) atau 50 jiwa.
"Yang mengungsi ada 18 KK 50 Jiwa, 30 anak, 7 Lansia, 3 Balita, dan 2 Disabilitas itu lokasinya di belakang kantor Desa," katanya.
Ketinggian air di Desa Dayeuhkolot kata Uka bervariasi dengan ketinggian air paling tinggi mencapai 150 sentimeter. "Ketinggian air disana variasi juga dari 30 sampai 150 sentimeter," ungkapnya.
Uka menyebut saat ini pihaknya terus melakukan assesment dan menyedot air menggunakan pompa agar bisa semakin surut. Uka pun mengimbau kepada warga untuk tetap waspada, mengingat potensi hujan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.
“Apabila terjadi hujan, agar waspada. Karena beberapa wilayah sungai ini bermuara di daerah itu. Jadi bagi warga yang tinggal di pinggiran sungai agar tetap siaga,” pungkasnya.
Sumber: Okezone.com