Sidak Pasar, Pemko Banjarmasin Pastikan Harga Ketersediaan Bahan Pokok Aman

PANTAU HARGA: Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Sulkan dan Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman saat melaksanakan pemantauan langsung terhadap ketersediaan dan harga bahan pokok penting (Bapokting) di Lotte Mart – Foto Ist


BORNEOTREND.COM, KALSEL – Menjelang bulan suci Ramadan 1446 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin memastikan ketersediaan bahan pokok di Kota Banjarmasin dalam kondisi aman. 

"Kalau melihat stok yang ada saat ini, Alhamdulillah, kita aman. Minyak goreng masih banyak, dan untuk beras, terutama yang biasa dikonsumsi masyarakat Banjar, juga tersedia dalam jumlah cukup. Apalagi sekarang baru selesai panen, jadi tidak ada gangguan seperti yang pernah kita alami tiga tahun lalu," kata Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman saat melaksanakan pemantauan langsung terhadap ketersediaan dan harga bahan pokok penting (Bapokting) di sejumlah pasar di Kota Banjarmasin bersama Forkopimda dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Dalam kegiatan yang berlangsung di Pasar Tradisional Pekauman, Gudang Beras dan Pasar Modern Lotte Mart ini, Ikhsan Budiman menegaskan bahwa kondisi pasokan dan harga bahan pokok masih dalam batas wajar.

"Hari ini kita lihat beras dan minyak goreng. Dari hasil pemantauan, harga dari distributor ke pengecer masih normal dan mengambil keuntungan yang wajar. Misalnya, harga beras Mayang Usang di distributor Rp 15.000 per liter, sedangkan di pengecer sekitar Rp 18.000 per liter. Untuk minyak goreng, selisih harga dari distributor ke pengecer berkisar Rp 3.000 hingga Rp 4.000, yang masih bisa dikatakan wajar," ungkap Ikhsan Budiman saat melakukan pengecekan di lapangan.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Sulkan yang turut serta dalam pemantauan ini, menegaskan bahwa tidak ada lonjakan harga yang signifikan. 

"Secara keseluruhan, dari hasil pemantauan di tiga titik, baik di pasar tradisional, distributor, maupun retail modern, stok bahan pokok sangat cukup di Kalimantan Selatan. Selisih harga dari distributor ke pengecer pun masih dalam kategori wajar," ujarnya.

Ketika ditanya mengenai bentuk pengawasan untuk mencegah aksi borong (panic buying) yang dapat menyebabkan kelangkaan barang dan lonjakan harga, Sulkan meminta masyarakat agar dapat melaporkan kejadian tersebut melalui jalur resmi.

"Kalau ada aksi borong yang tidak wajar, masyarakat bisa melaporkannya ke Dinas Perdagangan atau layanan perlindungan konsumen yang tersedia, seperti di Layanan Konsumen Elektronik (LKE). Kami akan segera menindaklanjuti dan berkoordinasi untuk mencegah ketidakseimbangan pasokan di pasar," jelasnya.

Lewat monitoring ini, pemerintah berharap masyarakat tidak panik dalam berbelanja dan tetap membeli bahan pokok sesuai kebutuhan. Langkah pengawasan yang ketat diharapkan dapat menjaga stabilitas harga hingga Idul Fitri nanti, sehingga semua warga Banjarmasin dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang tanpa harus khawatir akan lonjakan harga kebutuhan pokok.

Penulis: Realita Nugraha

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال