BORNEOTREND.COM, KALSEL - Cuaca di wilayah Kota Banjarbaru dan sekitarnya pada Rabu 26 Maret 2025 malam terasa gerah. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Selatan menjelaskan, penyebab utama ketidaknyamanan ini adalah peningkatan suhu yang terjadi akibat matahari yang lebih terik pada hari tersebut.
Berdasarkan data dari Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarbaru, suhu maksimum pada Rabu tercatat mencapai 33,7 derajat Celsius. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan suhu pada hari sebelumnya, Selasa 25 Maret 2025.
Selain itu, BMKG Kalsel juga mengungkapkan bahwa tutupan awan di wilayah Banjarmasin dan Banjarbaru berkurang pada Rabu, yang mengakibatkan lebih banyak panas diserap oleh permukaan tanah.
“Pada Rabu, suhu maksimum di Stamet Syamsudin Noor terukur 33,7 derajat Celcius,” kata BMKG Kalsel dalam keterangannya.
Berkurangnya tutupan awan ini memungkinkan lebih banyak energi matahari yang mencapai permukaan bumi, yang kemudian diserap oleh tanah dan lingkungan sekitar.
Pada sore hari, sekitar pukul 14.30 UTC (22.30 WITA), citra satelit menunjukkan adanya awan menengah hingga awan tinggi yang cukup tebal di wilayah Banjarmasin, Banjarbaru, dan sekitarnya.
Hal ini menghambat pelepasan panas yang terserap permukaan tanah ke angkasa. Akibatnya, suhu malam hari tetap tinggi dan terasa gerah.
Analis BMKG Kalsel menjelaskan, “Panas yang diserap oleh permukaan tanah tidak dapat lepas ke angkasa karena adanya awan yang cukup tebal. Oleh karena itu, malam hari terasa lebih gerah."
Masyarakat pun diingatkan bahwa biasanya, pada malam hari, permukaan bumi akan melepaskan panas ke angkasa. Namun, apabila awan tebal menutupi permukaan, proses ini terhambat, dan suhu tetap terasa tinggi, terutama pada malam hari.
Sumber: Antara