![]() |
MELONJAK: Harga bawang putih sepekan menuju Lebaran melonjak naik – Foto Net |
BORNEOTREND.COM, JAKARTA – Harga bawang putih di berbagai daerah di Indonesia terus mengalami kenaikan yang signifikan, bahkan di Jakarta, harga mencapai Rp 50.000 per kilogram, jauh melampaui harga acuan pemerintah yang hanya Rp 38.000 per kg. Kenaikan ini dipicu oleh pasokan yang terbatas di pasar, salah satunya karena banyak importir yang belum merealisasikan impornya.
Tommy Andana, Staf Ahli Menteri Perdagangan, mengungkapkan bahwa banyak importir yang masih menunda impor bawang putih dengan berbagai alasan. Salah satu penyebabnya adalah kebijakan penyaluran bawang putih untuk operasi pasar menjelang puasa dan Lebaran. Namun, hal ini justru membuat stok di pasar semakin menipis, sementara permintaan terus meningkat.
"Banyak importir yang masih dalam posisi 'wait and see'. Mereka mengaku menunggu kepastian kebijakan penyaluran bawang putih untuk operasi pasar," jelas Tommy dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah pada Senin (24/3/2025).
Selain itu, Tommy juga mengungkapkan bahwa kendala pengiriman dari China, yang merupakan negara asal bawang putih impor utama, turut mempengaruhi pasokan. Di samping itu, kurs rupiah yang melemah terhadap dolar AS juga menjadi faktor yang membuat banyak importir beRp ikir ulang untuk melanjutkan impor.
"Mereka mengeluhkan cuaca buruk dan kendala pengiriman dari China, serta dampak tingginya kurs rupiah terhadap dolar," kata Tommy.
Meskipun Kementerian Perdagangan telah menerbitkan 39 Persetujuan Impor (PI) untuk bawang putih tahun 2025 dengan alokasi impor mencapai 226.101 ton, realisasinya hingga saat ini baru mencapai 15,61%. Pemerintah pun telah melakukan berbagai upaya, termasuk memanggil seluruh pemegang PI untuk segera merealisasikan impor dan mendistribusikannya ke pasar.
"Kami sudah menyurati para importir untuk segera menindaklanjuti impornya agar pasokan dapat segera stabil," tegas Tommy.
Harga Bawang Putih Naik 3,42% dalam Sebulan
Di sisi lain, Edy Priyono, Deputi III Kepala Staf Presiden (KSP), menyatakan keprihatinannya terhadap kenaikan harga bawang putih yang sudah berlangsung lama dan terus menunjukkan tren peningkatan berkelanjutan.
"Kenaikan harga bawang putih ini sudah cukup lama dan terus meningkat. Ini perlu segera ditangani, karena bawang putih mayoritas adalah barang impor," ujar Edy. Menurutnya, perlu ada pemeriksaan mendalam terkait realisasi impor yang belum optimal.
Harga bawang putih di beberapa wilayah kini sudah menembus harga yang sangat tinggi, dengan selisih hampir mencapai 20% dari harga acuan pemerintah. Edy juga menegaskan bahwa harga rata-rata bawang putih telah naik 3,42% jika dibandingkan dengan bulan lalu.
"Selisih harga aktual dengan harga acuan pemerintah hampir 20%, yang menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan," jelasnya. Harga acuan pemerintah (HAP) bawang putih adalah Rp 38.000 per kg, sementara harga yang sebenarnya di pasaran sudah jauh lebih tinggi.
Dengan kondisi ini, Edy Priyono menekankan pentingnya pihak terkait, khususnya Kementerian Perdagangan, untuk segera mencari solusi agar harga bawang putih tidak terus melonjak dan mengganggu stabilitas harga pangan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Pemerintah diminta untuk memastikan realisasi impor berjalan lancar dan pasokan di pasar dapat terjaga dengan baik, guna menghindari ketidakseimbangan yang lebih parah antara harga dan ketersediaan barang. Pemerintah juga diminta untuk mempercepat distribusi bawang putih agar harga kembali stabil, sekaligus melindungi daya beli masyarakat, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan.
Lebih rincinya, berikut 10 daerah di Indonesia yang mengalami kenaikan harga bawang putih tertinggi, di mana semuanya di atas Rp 50.000 per kg. Sebagai berikut:
Kab. Nabire Rp 60.000 per kg
Kab. Manokwari Rp 55.000 per kg
Kota Adm. Jakarta Timur Rp 54.333 per kg
Kota Adm. Jakarta Pusat Rp 53.333 per kg
Kota Adm. Jakarta Utara Rp 51.667 per kg
Kota Adm. Jakarta Barta Rp 51.000 per kg
Kota Bandar Lampung Rp 50.000 per kg
Kab. Majalengka Rp 50.000 per kg
Kota Bogor Rp 50.000 per kg
Kota Tangerang Rp 50.000 per kg
Sumber: cnbcindoensia.com