![]() |
Apriyani Rahayu – Foto Net |
BORNEOTREND.COM, JAKARTA - Pelatih ganda putri Indonesia, Nitya Krishinda Maheswari, menyatakan bahwa kualitas permainan Apriyani Rahayu dalam dua turnamen Eropa terakhir belum memenuhi ekspektasi. Meskipun Apriyani, yang baru saja kembali bertanding setelah absen sejak Olimpiade Tokyo 2024, diharapkan tampil maksimal, hasil yang diperoleh justru tidak sesuai harapan.
Apriyani, yang kembali berpasangan dengan Siti Fadia Silva Ramadhanti, menjalani turnamen pertamanya pasca-absen di Orleans Masters, All England, dan Swiss Open 2025. Namun, ia hanya mampu mencapai perempatfinal di Orleans dan 16 besar di All England. Kualitas permainan yang ditunjukkan oleh Apriyani di kedua turnamen tersebut menjadi salah satu pertimbangan pelatih untuk menariknya dari Swiss Open 2025. Keputusan ini membuat Apriyani batal tampil di Basel dan kembali ke Tanah Air.
"Kalau dibilang pasangan, memang mereka pasangan lama. Tapi kami melihat Fadia fine-fine saja, sementara perkembangan Apri usai operasi belum bisa memberikan kualitas yang kami harapkan," ujar Nitya saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.
Pelatih berusia 36 tahun itu juga menambahkan bahwa Apriyani seharusnya sudah bisa menunjukkan performa optimal sejak Orleans Masters, namun kenyataannya justru berbeda. “Apri sangat bersemangat untuk kembali bertanding, tetapi kami tidak bisa hanya terpacu dengan semangatnya saja. Dari banyak sisi, ternyata dia belum siap 100 persen, baik secara teknis maupun non-teknis,” lanjut Nitya.
Menghadapi turnamen-turnamen mendatang, Nitya mengungkapkan bahwa pihaknya akan mempersiapkan Apriyani lebih matang. Namun, ia belum dapat mengungkapkan secara detail turnamen apa yang akan diikuti Apriyani selanjutnya, termasuk apakah ia akan kembali dipasangkan dengan Fadia.
"Untuk turun di level 100 persen, kemungkinan besar tidak, tapi kami akan mempersiapkan Apri lebih baik lagi untuk pertandingan berikutnya," ungkap Nitya.
“Apakah Apri akan tetap berpasangan dengan Fadia? Kita lihat nanti, tunggu kabar selanjutnya. Semua masih dalam proses, dan yang penting adalah bagaimana Apri bisa mencapai targetnya,” tutup Nitya.
Sumber: detik.com