![]() |
TURUNKAN GULA: Buruh menurunkan ratusan karung gula impor dari kapal pengangkut – Foto Net |
BORNEOTREND.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia mengumumkan rencana impor gula kristal mentah (GKM) atau raw sugar sebanyak 200 ribu ton untuk memperkuat cadangan pangan nasional.
Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengonfirmasi bahwa izin impor untuk gula kristal mentah sudah terbit dan kini dalam proses pengiriman.
Menurut Budi, sumber utama impor gula kali ini berasal dari negara-negara besar penghasil gula seperti India, Brazil, dan beberapa negara di Amerika Latin. Meskipun demikian, Budi belum merinci secara pasti kuota gula yang diimpor dari masing-masing negara tersebut.
“Sudah keluar izinnya. Seingat saya kemarin, dari India, Brazil, dan Amerika Latin. Izin impor ini sudah lama terbit, terutama setelah kami menilai neraca komoditas," ujar Budi Santoso saat ditemui di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa (18/3/2025).
Ia menambahkan, gula yang diimpor tersebut sedang dalam proses pengecekan dan pengiriman ke Indonesia.
“Sekarang masih dalam proses. Proses pengecekan, pastikan semuanya lancar sampai tujuan,” tambah Budi.
Sebelumnya, pemerintah Indonesia telah membuka keran impor gula mentah untuk memenuhi kebutuhan industri, dengan kebijakan ini didorong oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Zulhas menegaskan bahwa keputusan untuk mengizinkan impor gula mentah telah mendapat persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto.
"Impor gula ini tetap kami jalankan. Sementara untuk komoditas lainnya seperti beras, jagung, dan garam, kami tetap berkomitmen untuk tidak mengimpor lagi tahun ini," ujar Zulkifli dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2025 di Jakarta, Rabu (26/2/2025).
Pemerintah berharap kebijakan ini dapat menjaga kestabilan harga gula di pasar domestik, sekaligus mendukung kebutuhan industri pengolahan gula yang semakin berkembang.
Sumber: detik.com