![]() |
Presiden RI Prabowo Subianto – Foto Net |
BORNEOTREND.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengarahkan percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai daerah untuk memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin. Program ini akan dimulai pada tahun ajaran 2025-2026 dengan fokus pada pelajar tingkat SMA.
Sekolah Rakyat sebuah inisiatif pendidikan untuk anak-anak dari keluarga miskin yang pembiayaannya akan ditanggung sepenuhnya oleh negara.
Arahan ini disampaikan Prabowo dalam rapat dengan Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta pada sore hari kemarin dan disampaikan lagi oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui akun Instagram @gibran.rakabuming.
Dalam unggahannya, Gibran menyoroti salah satu program utama yang disampaikan Presiden, yaitu percepatan pembangunan Sekolah Rakyat sebagai sekolah asrama atau boarding school yang akan menyediakan pendidikan berkualitas untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Berdasarkan keterangan resmi dari Kementerian Sosial, Sekolah Rakyat ini akan dibangun dengan konsep yang menyerupai sekolah asrama, di mana selain mendapatkan pendidikan, para siswa juga akan dijamin mendapatkan asupan gizi yang memadai. Sekolah ini sepenuhnya gratis bagi para murid, yang diharapkan dapat meringankan beban keluarga miskin di seluruh Indonesia.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat ini akan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2025-2026, sesuai dengan instruksi Presiden Prabowo.
"Presiden meminta agar Sekolah Rakyat mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. Namun, pada tahap awal, kami akan memulai dengan tingkat SMA," ujar Gus Ipul.
Sebagai langkah pertama, Sekolah Rakyat ini akan dibuka di Bekasi, Jawa Barat, memanfaatkan bangunan yang merupakan aset milik Kementerian Sosial. Sekolah ini akan didedikasikan untuk pelajar dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Gus Ipul menambahkan, seleksi untuk peserta didik Sekolah Rakyat akan dilakukan oleh tim yang telah ditunjuk untuk memastikan bahwa penerima manfaat program ini adalah mereka yang benar-benar membutuhkan.
"Yang pertama, peserta didik harus berasal dari keluarga miskin atau miskin ekstrem. Tim seleksi akan memastikan itu," jelas Gus Ipul.
Pembangunan Sekolah Rakyat ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan pendidikan yang lebih inklusif dan merata, sekaligus mendukung anak-anak dari keluarga kurang mampu agar dapat meraih masa depan yang lebih baik.
Sumber: detik.com