Surabaya Berhasil Ubah Sampah Menjadi Energi Listrik, Menteri PU Ingin Daerah Lain Ikut Menerapkan

Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah Benowo di Surabaya mengolah sampah menjadi energi listrik – Foto detik.com


BORNEOTREND.COM, SURABAYA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengunjungi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah Benowo di Surabaya pada Minggu (9/3/2025). Kunjungan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pengelolaan sampah sebagai prioritas dalam agenda pembangunan nasional.

Menteri kemudian mengapresiasi keberhasilan pemerintah daerah setempat karena berhasil mengubah sampah menjadi energi listrik melalui teknologi Waste-to-Energy (WTE). Kunjungan ini juga menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pentingnya pengelolaan sampah.

Menurutnya, model seperti ini perlu diterapkan di daerah lainnya di Indonesia.

"Saya sangat mengapresiasi keberhasilan Surabaya mengelola sampah menjadi energi listrik. Model seperti ini perlu diterapkan secara luas di daerah lain," ujar Dody, dalam keterangan tertulis pada Senin (10/3/2025).

TPA Benowo memiliki luas 37,4 hektare dan mampu mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari. Melalui proses gasifikasi, fasilitas ini dapat menghasilkan listrik sebesar 9 Megawatt (MW), ditambah 2 MW listrik yang berasal dari landfill gas. 

Dody menilai langkah konkret pengelolaan sampah seperti ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menghadapi tantangan pengelolaan sampah yang semakin kompleks.

Sebagai bagian dari kebijakan strategis nasional, Kementerian PU juga telah menetapkan pelarangan open dumping, yaitu praktik pembuangan sampah secara terbuka tanpa pengelolaan lanjutan. Kebijakan ini mulai berlaku pada 10 Maret 2025, yang diharapkan dapat mendorong terciptanya sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

"Sebagai bagian dari langkah strategis nasional, Kementerian PU telah menetapkan pelarangan open dumping mulai 10 Maret 2025, serta menerapkan Polluter Pays Principle (3P) dan tipping fee untuk menciptakan keadilan pembiayaan pengelolaan sampah," jelas Dody.

Pemerintah juga telah memulai penutupan 343 TPA yang masih melakukan open dumping, sesuai dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto dan arahan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Penutupan ini dilakukan secara bertahap, dengan sekitar 100 TPA yang ditutup pada minggu pertama.

"Kami akan segera mulai menutup praktik open dumping di 343 TPA secara bertahap, jadi mungkin minggu ini ada sekitar 100 yang kita tutup dan seterusnya, karena perlu dikasih detail, kalau ditutup dia akan membuang sampahnya kemana," ujar Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq.

Dody juga mengingatkan bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama, yang melibatkan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Pemerintah akan terus berupaya mendorong terciptanya sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien dan ramah lingkungan di seluruh Indonesia.

Sumber: detik.com

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال